Shopee Salurkan Rp100 Miliar untuk Usaha Lokal: Voucher Rp500 Ribu hingga Jalur Ekspor
Easystem   07 Oktober 2026   Dibaca 22 kali  

SUPPLIERMU.COM — Kabar baik untuk pelaku usaha lokal: Shopee Indonesia bersama Kementerian Perdagangan menyalurkan dukungan lebih dari Rp100 miliar bagi penjual produk dalam negeri, sebagai bagian dari Program Akselerasi Usaha Lokal yang diluncurkan Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Shopee pada 13 Agustus 2026. Program ini terus berjalan — berikut rangkuman lengkap dan cara memanfaatkannya.

Bagi pelaku rantai pasok — produsen, supplier, distributor, hingga reseller — program ini layak dicermati. Di dalamnya ada voucher bulanan, pelatihan digital, jalur ekspor, sampai pendampingan legalitas produk. Ini melanjutkan komitmen Shopee yang sudah berjalan sejak kanal Shopee Pilih Lokal hadir pada 2018.

Apa Itu Program Akselerasi Usaha Lokal?

Program ini adalah wujud nyata implementasi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik, yang berlaku sejak 8 Juni 2026 menggantikan Permendag Nomor 31 Tahun 2023. Regulasi baru tersebut memuat kewajiban mengutamakan promosi produk dalam negeri dan UMKM, transparansi informasi dan biaya, hingga jaminan perlindungan konsumen.

Dukungan ini berjalan dengan semangat 3 Akselerasi (3A): Akselerasi Usaha, Akselerasi Operasional, dan Akselerasi Perlindungan. Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang, menyebut pelaku usaha dalam negeri masih menghadapi hambatan kemampuan digital, pemasaran daring, serta pengelolaan biaya promosi. "Pelaku usaha dalam negeri juga harus terus meningkatkan kemampuan digital supaya bisa maksimal dalam pemakaian platform online dan teknologi, khususnya di dalam Shopee," ujarnya.

Skala dukungannya terus tumbuh. Sepanjang 2025, Shopee menyalurkan voucher senilai total Rp165 miliar; pada 2026, akumulasi dukungan untuk penjual lokal sudah menembus Rp100 miliar dan terus bertambah.

Enam Manfaat Utama bagi Penjual

  1. Voucher Akselerasi Usaha Lokal — senilai Rp500 ribu per toko setiap bulan, mulai disalurkan sejak 17 Mei 2026. Voucher ini khusus untuk penjual yang seluruh katalog produknya murni produk lokal.
  2. Kampus UMKM Shopee Kelas Online — pelatihan keterampilan digital: teknik pemasaran afiliasi, optimalisasi fitur interaktif, strategi iklan efektif, hingga pengelolaan performa toko.
  3. Program Ekspor Shopee FLEXI — membuka akses pasar global dengan keleluasaan mengatur harga, iklan, dan kampanye secara mandiri. Pesertanya juga mendapat bebas biaya layanan dan potongan biaya administrasi selama tiga bulan pertama.
  4. Pengelolaan Program Saya — dasbor transparan berisi detail program promosi beserta struktur biayanya, agar penjual bisa mengevaluasi program yang diikuti dan menghitung margin keuntungan produk.
  5. Dikelola Shopee — sokongan operasional menyeluruh: penanganan pesanan, manajemen stok gudang, hingga pengiriman.
  6. Brand IP Portal — fasilitas bagi pemilik merek untuk melaporkan indikasi pelanggaran HAKI, termasuk pemalsuan produk dan penyalahgunaan hak merek.

Bonus: Pendampingan NIB, SNI, dan Sertifikasi Halal

Peluncuran program ini juga disertai pendampingan legalitas usaha: pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), Standar Nasional Indonesia (SNI), hingga sertifikasi kehalalan produk. Di acara peluncurannya bahkan disediakan booth halal, NIB, dan SNI agar pelaku usaha bisa langsung mengurus standarisasi produknya.

Langkah ini penting karena produk berstandar resmi kini jadi kunci untuk masuk ke ritel modern, marketplace, dan pasar yang lebih luas.

Bukti Nyata: Transaksi Penjual Naik 40 Persen

Dampak program sudah dirasakan penjual. Pemilik brand Hijaberlin, Ayu May Fakih, mencatat kenaikan jumlah transaksi hingga 40 persen sejak menerima Voucher Akselerasi Usaha Lokal pada Mei 2026.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan peran pemerintah dan platform dalam memasarkan produk lokal. "Jadi sebenarnya tugas kami ini mencarikan pasar. Bapak Ibu membuat produk, kami bersama Shopee mencarikan pasar," ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya mutu: "Bagi seller tentunya produknya harus bagus, berkualitas, sehingga konsumen nanti akan kembali lagi untuk membeli."

Cara Memanfaatkannya: Langkah Praktis untuk Pelaku Usaha

  1. Cek katalog Anda. Pastikan seluruh produk yang dijual adalah produk lokal — syarat utama untuk mendapat Voucher Akselerasi Usaha Lokal.
  2. Pantau dan aktifkan voucher di Seller Centre agar insentif bulanan Rp500 ribu tidak terlewat.
  3. Ikuti pelatihan gratis di Kampus Shopee untuk mengasah kemampuan pemasaran digital dan periklanan.
  4. Rapikan legalitas — NIB, SNI, dan sertifikasi halal — agar produk semakin dipercaya pembeli.
  5. Jajaki ekspor lewat Shopee FLEXI bila produk sudah punya daya saing, dan manfaatkan masa bebas biaya layanan tiga bulan pertama.
  6. Evaluasi margin lewat dasbor Pengelolaan Program Saya, dan lindungi merek Anda lewat Brand IP Portal.

Artinya bagi Supplier dan Reseller

Bagi pelaku rantai pasok, arah angin sudah jelas: pemerintah dan platform besar serius mendorong produk lokal. Transparansi struktur biaya memudahkan hitungan margin, dukungan promosi besar meringankan biaya jualan, dan jalur ekspor membuka pasar baru. Bagi supplier dan produsen lokal, ini momen memperkuat kemitraan dengan reseller serta memperluas jaringan distribusi.

Yang perlu diingat: dukungan hanyalah pintu pembuka. Kualitas produk, legalitas, dan kemampuan digital tetap jadi penentu apakah usaha benar-benar naik kelas.

Sumber: RRI.co.id; Bisnis Insight; Akurat.co; Koran Manado.

 
Tags :
shopee umkm bantuan usaha marketplace ekspor

Bagikan :